Esperoba

Oleh : Rafa’ Na’ilah Septia

Euforia memenuhi hati

Saat diriku memasuki sekolah berbudi pekerti

Pancarona nampak diwajah siswa-siswi

Efek terlalu bersemangat memulai hari

Ratusan kenangan terjadi di sini

Otak langsung memutar semua memori

Bagaskara ikut tersenyum melihat ini

Aku harap segalanya abadi

Aku Berbeda

Oleh : Rafa’ Na’ilah Septia

Terkadang, semua orang memandang sebelah mata

Sebuah pemikiran baru yang berbeda dari biasanya

Padahal, sebenarnya mereka tak tahu apa-apa

Namun selalu saja ikut mencaci maki

Tak tahukah kalian?

Aku perlu diberi uluran tangan

Untuk menanjak ke puncak kesuksesan

Bukannya didorong ke dasar kehancuran

Sebelum Itu

Oleh : Rafa’ Na’ilah Septia

Dulu…sebelum era globalisasi

Sebelum teknologi masuk di negeri ini

Semua hidup rukun dengan nyaman

Berkumpul bersama, tanpa kerusuhan

Namun sekarang, semua berbeda

Tak ada lagi harsa yang menguar di udara

Di tengah-tengah kehirukpikukan dunia

Hanya segelintir yang masih memiliki eonia

Hati kecilku meringis

Melihat anak jalanan menangis

Namun, semua orang bersikap apatis

Mengacuhkan pemandangan yang miris

Pencari Ilmu

Oleh : Rafa’ Na’ilah Septia

Sebelum bagaskara terbit dari ufuk timur

Para pencari ilmu sudah bangkit dari tidur

Menempuh perjalanan penuh sempena

Dengan senyum lebar penuh harsa

Pahlawan tanpa tanda jasa turut berpartisipasi

Weharima memberi ilmu penuh isi yang berarti

Mudita memenuhi kalbu para pemberi ilmu

Saat adorasinya tak sia-sia termakan waktu

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai