Proklamasi Cinta Ala Dilan

Identitas Buku

Judul                      : Dilan: dia adalah Dilanku tahun 1990

Penulis                   : Pidi Baiq

Penerbit                 : DAR! MIZAN

Tahun Terbit           : 2014

Cetakan                 : ketujuh

Jumlah halaman      : 330

Diambil dari ( http://blokbojonegoro.com/2018/06/23/dilan-dia-adalah-dilanku-tahun-1990/ )

Novel karya Pidi Baiq ini sangat diminati oleh remaja sekarang. Novel ini juga sudah difilmkan dan telah ditonton oleh jutaan orang. Novel ini menceritakan kisah cinta Milea. Milea Adnan Husain adalah murid pindahan dari Jakarta ke Bandung. Pada pagi hari, saat Milea sedang berjalan menuju sekolahnya ada seorang peramal, dia berkata “Kamu Milea ya? Aku ramal kita akan bertemu di kantin”.  Milea hanya diam saja. Karena dia tidak mengenali peramal tersebut. Ternyata,ramalan peramal itu salah,karena Milea tidak ke kantin.

          Peramal itu selalu mengikuti Milea, sehingga Milea merasa risih sekaligus penasaran siapa nama  peramal itu. Milea mencari tahu kepada teman-temannya nama peramal itu. Ternyata nama peraal itu adalah Dilan. Pada pulang sekolah, saat Milea sedang menaiki angkot menuju rumahnya, Dilan mengikuti Milea dan berkata “Milea kamu cantik. Tapi aku belum mencintaimu.  Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja”. Perkataan Dilan tersebut membuat muka Milea besemu dan jantungnya berdebar kencang, namun Milea ingat dengan Beni, pacarnya yang ada di Jakarta. Dilan mendekati Milea dengan cara yang unik. Dia memberi coklat lewat tukang pos. Pada saat Milea sakit, Dilan justru mendatangkan Bi Asih untuk memijit Milea yang sedang sakit.

        Pada saat Milea ulang tahun,Beni,pacar Milea menemui Milea yang ada di Bandung dengan membawa kue dan bunga. Milea senang karena Beni datang pada saat ulang tahunnya. Saat di sekolah, teman-teman Milea pun memberikan kejutan untuk Milea. Mereka membawa kue dan kado untuk Milea. Namun, ada satu orang yang belum mengucapkan selamat ulang tahum kepada Milea, yaitu Dilan. Milea berpikir mungkin Dilan tidak mengetahui bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Padahal Milea berharap Dilan adalah orang pertama yang mengucapakannya.

        Pikiran Milea tentang Dilan yang tidak mengetahui ulang tahunnya ternyata salah. Dilan justru memberi kado untuk Milea, yaitu Teka Teki Silang dan ada dilamnya ada ucapan dari Dilan “SELAMAT ULANG TAHUN MILEA. INI HADIAH UNTUKMU, CUMA TTS. TAPI SUDAH KUIISI SEMUA. AKU SAYANG KAMU. AKU TIDAK MAU KAMU PUSING KARENA HARUS MENGISINYA. DILAN”. Walaupun cuma TTS, tapi mampu membuat Milea senang.

        Lambat laun, Milea dan Dilan semakin akrab. Milea mengetahui beberapa hal tentang Dilan dari Wati, sepupu Dilan yang sekelas dengannya. Sekolah Milea terpilih untuk mengikuti lomba cerdas cermat di TVRI. Hanya beberapa siswa yang mengikuti lomba ini. Namun, siswa yang lain diperbolehkan ikut untuk mendukung siswa yang sedang lomba, salah satunya yaitu Milea.

        Milea dan Beni sudah berjanji untuk bertemu di TVRI. Milea yang bosan menunggu Beni yang tidak datang-datang akhirnya memutuskan untuk makan terlebih dahulu bersama Nandan dan Wati. Wati izin ke toilet sebentar, sehinga tinggal Milea dan Nandan. Pada saat itulah Beni datang dan marah melihat Milea makan bersama laki-laki lain. Beni tidak mau mendengarkan penjelasan Milea. Beni mengatakan bahwa Milea adalah wanita murahan dan pada saat itu hati Milea hancur. Akhirnya Milea mengakhiri hubungannya dengan Beni.

     Setelah berakhirnya hubungan Milea dengan Beni, lambat laun Milea dan Dilan semakin dekat. Dilan sering menelfon Milea. Milea sudah dekat dengan keluarga Dilan. Dilan pun sudah dekat dengan keluarga Milea. Akhirnya Dilan dan Milea berpacaran dengan proklamasi:”HARI INI DI BANDUNG,TANGGAL 22 DESEMBER 1990.DILAN DAN MILEA DENGAN PENUH PERASAAN TELAH RESMI BERPACARAN.HAL-HAL MENGENAI PENYEMPURNAAN DAN KEMESRAAN AKAN DISELENGGARAKAN DALAM TEMPO YANG SELAMA-LAMANYA”. Yang ditanda tangani oleh Dilan dan Milea.

          Bahasa yang digunakan dalam novel ini mudah dipahami. Dalam novel ini juga terdapat gambar-gambar sehingga tidak membosankan,misalnya gambar saat teman-teman Milea memberi kue dan kado saat Milea ulang tahun. Gurauan yang terdapat dalam novel ini terkesan garing/tidak lucu,misalnya pada saat Dilan mengatakan “Jangan rindu,berat. Kamu nggak akan kuat. Biar aku saja”. Akhir cerita novel ini juga menggantung,terbukti dengan adanya novel Dilan 1991,yang merupakan lanjutan dari novel Dilan 1990. Novel Dilan:dia adalah Dilanku tahun 1990 cocok untuk anak SMA. Karena sesuai temanya, yaitu menceritakan kisah cinta anak SMA. (Pipin Fatikah Septiani)

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai