BUDAYA 7S

Senyum, sapa, salam, salim, sopan, santun, simpatik atau dikenal dengan istilah budaya 7S jarang dimiliki oleh remaja zaman sekarang. Sikap remaja zaman sekarang berbeda dengan sikap remaja zaman dahulu. Remaja zaman sekarang tidak mementingkan kesopanan. Bahkan dengan orang tua sendiri  saja ada yang tidak sopan, apalagi ketika dengan orang lain.

        Remaja zaman sekarang sudah terpengaruh oleh perkembangan zaman. Mereka meniru budaya barat yang acuh tak acuh terhadap orang lain, sehingga budaya 7S sudah jarang dimiliki oleh remaja zaman sekarang bahkan terasa hampir punah. Maka dari  itu, Esperoba menerapkan budaya 7S kepada seluruh siswa. Setiap pagi, akan ada guru piket yang berdiri didepan gerbang Esperoba tercinta untuk menyambut seluruh siswa. Dengan wajah yang segar, senyum yang tulus diberikan oleh bapak ibu guru, sehingga seluruh siswa pun akan membalas dengan senyum yang tulus juga.

        Ketika berpapasan dengan bapak ibu guru di sekolah atau di tempat lain maka siswa siswi Esperoba diharuskan menyapa, salam dan salim kepada bapak ibu guru. Sehingga siswa siswi Esperoba akan terbiasa dengan kegiatan tersebut.

         Simpatik, ketika ada wali murid yang meninggal ataupun sakit, maka siswa siswi Esperoba akan memberi bantuan kepada siswa siswi yang orang tuanya meninggal atau sakit tersebut. Dengan adanya penerapan budaya 7S di Esperoba, maka siswa siswi Esperoba pun akan memiliki sifat senyum, sapa, salam, salim, sopan, santun, dan simpatik. Sekarang, jika siswa siswi Esperoba berpapasan dengan bapak ibu guru baik di sekolah mapaun di tempat lain, tanpa harus di suruh pun secara otomatis akan menyapa, salam, dan salim kepada bapak ibu guru.

          Diharapkan budaya 7S ini terus melekat dalam diri siswa siswi Esperoba. Apalagi ketika telah lulus dari Esperoba budaya 7S ini tidak diterapkan lagi dalam diri. Seharusnya, siswa siswi Esperoba dapat menerapkan budaya 7S ini kepada remaja yang lain. Agar remaja yang lain tidak terpengaruh oleh perkembangan zaman. Tidak meniru budaya barat yang acuh tak acuh terhadap orang lain.

          Budaya 7S juga harus dibawa siswa siswi Esperoba sampai dilingkungan hidupnya sehari-hari, dilingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat. Misanya diingkungan keluarga, ketika kita mau pergi, biasakan pamit terlebih dahulu kepada orang tua yang ada dirumah. Misalnya dilingkungan masyarakat, ketika kita mau lewat di depan orang banyak atau di depan orang tua, kita harus permisi terlebih dahulu, jangan langsung lewat saja.

(Pipin Fatikah Septiani)

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai